Minggu, 15 Oktober 2017

Modifikasi Batang Pada Tumbuhan Menyimpan Makanan

Batang pada tanaman umumnya berfungsi menopang tanaman, namun banyak tanaman memiliki modifikasi pada batangnya. Modifikasi ini umumnya digunakan untuk menyimpan makanan atau reproduksi secara vegetatif.

10 tumbuhan yg batangnya mengalami modifikasi struktur dan fungsinya:

1. Jahe
Image result for JAHE
Jahe (Zingiber officinale) memiliki batang yang berubah menjadi mengembang dan berada di bawah tanah yang disebut rizoma. Rizoma tumbuh di bawah tanah dan digunakan untuk reproduksi vegetatif (tak kawin)  pada jahe. Oleh manusia rizoma jahe yang banyak mengandung zat kimia ini digunakan sebagai bahan obat dan bumbu masak.

2. Kentang
Image result for KENTANG
Kentang (Solanum tuberosum) mengalami modifikasi batang membentuj umbi batang (tuber). Unbi batang ini utamanya digunakan oleh kentang untuk menyimpan makanan dalam bentuk sari pati (karbohidrat), agar bisa digunakan ketika kondisi kering. Umbi kentang ini digunakan oleh manusia sebagai makanan pokok di beberapa negara.

3. Bunga gladiol
Image result for Bunga gladiol
Bunga gladiol (tanaman genus Gladiolus) memiliki perubahan batang membentuk Subang (corm), yaitu batang yang termodifikasi menjadi bulat pipih dan mengandung buku, ruas dan mata tunas. Subang berfungsi sebagai organ persediaan makanan yang mampu berfungsi sebagai alat reproduksi vegetatif.

4. Kaktus
Image result for kaktus
Kaktus (tanaman Cactaceae) memiliki modifikasi yang memungkinkan kaktus untuk menyimpan air agar bisa hidup di iklim kering tempatnya berada. Batang kaktus dapat mengembang untuk menyimpan banyak air, agar ketika hujan banyak air bisa tersimpan. Sebaliknya ketika kering air dikaktus akan dimanfaatkan sehingga batangnya mengkerut. Batang kaktus juga memiliki banyak klorofil sehingga dapat digunakan untuk fotosintesis.

5. Sagu
Image result for sagu
Tanaman sagu (Metroxylon sagu) memiliki bagian gabus pada batang yang menyimpan karbohidrat, yang berfungsi sebagai cadangan makanan. Kandungan sagu ini dimanfaatkan oleh masyarakat di pulau-pulau Samudera Pasifik, termasuk pulau Maluku dan Papua di Indonesia sebagai sumber bahan makanan pokok. Tepung sagu didapat dari bagian dalam batang yang kemudian disaring dan dibersihkan.

6. Tebu
Image result for tebu
Tebu (tanaman dari genus Saccharum) memiliki modifikasi berupa penyimpanan makanan di batangnya. Sari makanan ini disimpan dalam bentuk sukrosa (zat gula). Oleh manusia, kandungan sukrosa di tanaman tebu ini digunakan untuk membuat gula pasir dengan memeras batang tebu untuk mendapatkan cairan kaya sukrosa. Cairan ini kemudian diolah sehingga menjadi butiran gula pasir.

7. Mawar
Image result for mawar
Mawar (tanaman dari genus Rosa) mengalami modifikasi pada batang berupa adanya duri-duri tajam. Duri ini berfungsi sebagai pelindung yang menghalangi hewan pemakan tanaman yang merusak bunga mawar. Selain itu duri ini juga berfungsi untuk membantu mawar menanjak dan tumbuh merambat dengan mencengkeram penyangga.

8. Strawberry 
Image result for strawberry
Strawberry dan arbei (tanaman dari genus Fragaria) memiliki modifikasi batang berupa adanya geragih atau stolon. Stolon adalah batang yang menjalar di atas tanah. Stolon berfungsi untuk reproduksi secara vegetatif (tak kawin). Ketika merambat stolon akan menumbuhkan daun baru. Ketika bagian stolon berdaun ini menyentuh tanah, akan tumbuh akar dan akibatnya stolon membentuk tanaman baru.

9. Bawang merah
Image result for bawang merah
Bawang merah (Allium cepa) memiliki modifikasi batang berupa umbi lapis. Batang ini berbentuk lunak dan berlapis-lapis. Oleh baeang nerah, modifikasi batang ini ini digunakan untuk menyimpan makanan. Unbi lapis bawang merang dibunakan oleh manusia sebagai salah satu bumbu dapur.

10. Anggrek
Image result for anggrek
Anggrek (tanaman genus Orchidaceae) memiliki modifikasi batang membentuk umbi semu atau pseudobulbus. Umbi semu ini digunakan oleh anggrek sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan.

Sumber : https://rioverik.blogspot.co.id/2017/10/modifikasi-batang.html?showComment=1508131352594#c7085792594528769632

Tumbuhan Modifikasi Akar

1. Wortel (Daucus carota)

Hasil gambar untuk wortel
http://secondconnectissue5.tk/index/?1641501770611
Wortel memiliki modifikasi akar untuk menyimpan makanan. Akar wortel mengembang berbentuk kerucut dengan warna oranye, karena kaya beta karoten, sebagai bahan Vitamin A.

2. Kentang (Solanum tuberosum)

Hasil gambar untuk kentang
http://www.viva.co.id/blog/kesehatan/893722-cara-ampuh-putihkan-ketiak-hitam-dengan-kentang
Kentang memiliki akar yang mengembang karena menyimpan sari pati (karbohidrat). Sari pati ini digunakan kentang sebagai cadangan makanan. Selain itu umbi juga digunakan untuk berkembang biak secara vegetatif.

3. Singkong (Manihot utilissima)
Hasil gambar untuk singkong
http://tabloidjubi.com/16/2016/04/20/pakar-singkong-tanaman-masa-depan/

Singkong memiliki akar yang termodifikasi menjadi umbi untuk menyimpan makanan dalam bentuk karbohidrat.

4. Ketela rambat (Ipomoea batatas)
Hasil gambar untuk ketela rambat
https://bppktegalrejo.wordpress.com/2015/06/05/kemitraan-ketela-rambat/

Ketela rambat memiliki akar yang termodifikasi menjadi umbi untuk menyimpan makanan dalam bentuk karbohidrat.

5. Kacang tanah (Arachis hypogaea)Hasil gambar untuk kacang tanah

https://www.merdeka.com/sehat/makan-kacang-tanah-turunkan-risiko-kanker.html

Akar kacang tanah mengalami modifikasi sehingga menyimpan biji hasil penyerbukan, yang digunakan untuk berkembang biak secara generatif. Perkembangan biji di akar ini disebut dengan geokarpi.

6. Kacang bogor (Vigna subterranea)

Hasil gambar untuk kacang bogor
http://gudangmanfaat.info/2016/10/11/manfaat-kacang-bogor-bagi-kesehatan/

Sama dengan kacang tanah, akar kacang bogor juga digunakan unruk perkembangan biji. Kacang bogor adalah kerabat kacang tanah dan berasal dari Afrika.

7. Mangrove merah (Rhizophora mangle)
Hasil gambar
https://www.prota4u.org/database/protav8.asp?g=psk&p=Rhizophora+mangle+L.

Akar mangrove merah beradaptasi sehingga muncul di permukaan tanah. Fungsi adaptasi ini adalah agar bisa bernafas dan menghirup udara, karena tanah tempat hidup magrove berada di pesisir yang tergenang air laut.

8. Tali putri (Cuscuta sp)
Hasil gambar untuk tali putri
http://www.agrobisnisinfo.com/2016/03/fakta-tanaman-tali-putri-parasit-yang.html

Tali putri menggunakan akarnya untuk mengikat diri ke tanaman inang. Tali putri adalah tanaman parasit yang menghisap nutrisi dari tanaman inang.

9. Lobak (Raphanus sativus)
Hasil gambar untuk lobak
http://kesehatandia.blogspot.co.id/2015/12/19-manfaat-dan-khasiat-lobak-putih-bagi.html

Lobak memiliki akar yang dimodifikasi untuk menyimpan makanan.

10. Lada (Piper nigrum)
Hasil gambar untuk piper nigrum
http://bsfood.eu/piper-nigrum/

Lada adalah tanaman merambat. Akara lada dimodifikasi sehingga dapat merambat dengan mencengkeram tanaman inang atau batang penyangga.

Sumber : https://brainly.co.id/tugas/1041523

Senin, 09 Oktober 2017

Hipotensi

Hipotensi adalah keadaan ketika tekanan darah di dalam arteri lebih rendah dibandingkan normal dan biasa disebut dengan tekanan darah rendah.
Saat darah mengalir melalui arteri, darah memberikan tekanan pada dinding arteri, tekanan itulah yang dinilai sebagai ukuran kekuatan aliran darah atau disebut dengan tekanan darah.
hipotensi - Alodokter
Terhambat atau terbatasnya jumlah darah yang mengalir ke otak dan organ vital lainnya seperti ginjal dapat terjadi jika tekanan darah terlalu rendah, sehingga dapat menyebabkan kepala terasa ringan dan pusing. Tubuh juga akan terasa tidak stabil atau goyah, bahkan kehilangan kesadaran.
Ada dua ukuran yang digunakan dalam tekanan darah, yaitu tekanan sistolik (bilangan atas) dan tekanan diastolik (bilangan bawah). Tekanan darah yang normal adalah antara 90/60 dan 140/90. Penderita hipotensi memiliki tekanan darah di bawah 90/60 dan disertai dengan gejala hipotensi. Sedangkan jika tekanan darah di atas 140/90, maka orang tersebut menderita tekanan darah tinggi/hipertensi.

Gejala Hipotensi

Tidak semua yang mengalami hipotensi akan merasakan gejala. Kondisi hipotensi juga tidak selalu memerlukan perawatan. Namun jika tekanan darah cukup rendah, kemungkinan besar bisa menimbulkan gejala-gejala seperti berikut ini.
  • Jantung berdebar kencang atau tidak teratur.
  • Pusing.
  • Lemas.
  • Mual.
  • Kehilangan keseimbangan atau merasa goyah.
  • Pandangan buram.
  • Pucat dan badan dingin.
  • Napas pendek atau cepat.
  • Pingsan.
  • Dehidrasi.
Jika mengalami gejala hipotensi, sebaiknya Anda segera duduk atau berbaring, minum air putih, dan menghentikan semua kegiatan yang sedang Anda lakukan. Gejala biasanya akan segera hilang setelah beberapa saat.
Jika Anda sering mengalami gejala hipotensi seperti yang disebutkan di atas, temui dokter untuk mengukur tekanan darah Anda dan memeriksa apakah ada penyakit tertentu yang menyebabkan timbulnya gejala seperti hipotensi.

Penyebab Hipotensi

Sebenarnya tekanan darah bisa berubah sepanjang hari, tergantung kepada kegiatan yang sedang dilakukan dan hal ini dianggap normal.
Ada banyak faktor yang menyebabkan tekanan darah seseorang rendah, seperti faktor usia, pengobatan, dan kondisi cuaca.
Cuaca udara yang lebih panas bisa membuat tekanan darah menurun. Orang yang sedang rileks atau rajin berolahraga juga umumnya mempunyai tekanan darah yang lebih rendah. Selain itu jika Anda baru saja makan, tekanan darah juga bisa menurun karena banyak darah yang akan mengalir menuju saluran pencernaan untuk mencerna dan menyerap makanan.
Tekanan darah pada siang dan malam hari pun berbeda. Biasanya pada siang hari tekanan darah akan meningkat, dan malam harinya akan lebih rendah.

Penyebab hipotensi akibat kondisi atau penyakit tertentu

Hipotensi bisa diakibatkan oleh kondisi atau penyakit tertentu, beberapa di antaranya adalah:
  • Hipotensi ortostatik. Gejala hipotensi ortostatik biasanya muncul saat Anda berubah posisi secara tiba-tiba. Seseorang dengan hipotensi ortostatik mengalami penurunan tekanan darah sistolik sebanyak 15-30 mm Hg ketika berdiri dari posisi duduk atau berbaring.
  • Neurally mediated hypotension. Kondisi ini biasanya terjadi saat seseorang berdiri terlalu lama, hingga aliran darah berkumpul pada bagian bawah tubuh.
  • Dehidrasi. Dehidrasi terjadi akibat tubuh kekurangan cairan dan bisa disebabkan oleh kurang minum, puasa atau diare.
  • Efek samping pengobatan. Ada beberapa obat yang bisa menurunkan tekanan darah, seperti obat antidepresi, obat anti-hipertensi seperti alpha-blocker dan beta-blocker, obat penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE Inhibitor) hingga obat diuretik.
  • Anemia. Anemia merupakan kondisi di mana kandungan hemoglobin di dalam darah rendah. Salah satu gejala anemia adalah tekanan darah rendah.
  • Kehamilan. Tekanan darah pada wanita hamil biasanya lebih rendah karena sistem peredaran darahnya yang berkembang dengan cepat.
  • Ketidakseimbangan hormon. Penyakit seperti diabetes atau penyakit Addison menyebabkan gangguan produksi hormon. Hal ini bisa berdampak pada keseimbangan kadar air dan mineral tubuh, serta tekanan darah.
  • Penyakit saraf. Penyakit saraf seperti penyakit Parkinson dapat menyebabkan hipotensi ketika menjangkiti sistem saraf yang mengontrol fungsi tubuh otonom seperti mengendalikan tekanan darah.
  • Perdarahan hebat. Hilangnya darah dalam jumlah besar dalam tubuh akan menurunkan asupan darah ke jaringan-jaringan di tubuh, sehingga tekanan darah tubuh akan menurun drastis. Ini merupakan kondisi mengancam nyawa yang memerlukan penanganan medis secepatnya.
  • Penyakit jantungPenyakit kronis seperti penyakit jantung menyebabkan darah tidak bisa dipompa dengan baik oleh jantung ke seluruh tubuh. Akibatnya, tekanan darah pun menurun.
  • Infeksi darah (Sepsis). Sepsis terjadi ketika infeksi yang terjadi dalam jaringan mulai memasuki aliran darah. Akibatnya, tekanan darah akan menurun drastis. Kondisi ini mengancam nyawa dan memerlukan penanganan medis secepatnya.
  • Reaksi alergi yang parah (anafilaksis). Anafilaksis adalah reaksi alergi parah yang berpotensi mengancam nyawa. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa gatal yang sangat, sesak napas, dan tekanan darah menurun drastis.

Diagnosis Hipotensi

Mengukur tekanan darah merupakan cara yang tepat dan mudah untuk mendiagnosis hipotensi. Berikut ini adalah beberapa hal yang harus dilakukan sebelum mengukur tekanan darah untuk mendapatkan hasil pengukuran tekanan darah yang tepat.
  • Mengosongkan kandung kemih atau buang air kecil.
  • Istirahat minimal 5 menit.
  • Dilakukan sambil duduk dan tidak sambil bicara.
Selain mengukur tekanan darah, ada beberapa cara atau tes lain untuk mendiagnosis penyebab hipotensi akibat kondisi atau penyakit tertentu, dan sekaligus menentukan perawatan yang tepat, yaitu:
  • Elektrokardiogram (EKG). Tes ini bertujuan mendeteksi keabnormalan struktur jantung, masalah suplai oksigen dan darah ke otot jantung, serta detak jantung yang tidak teratur.
  • Ekokardiogram. Tes ini menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar struktur jantung dan memeriksa fungsinya.
  • Tes latihan stres. Tes ini dilakukan dengan cara membuat jantung bekerja lebih keras agar lebih mudah mendiagnosis tekanan darah. Bisa dilakukan dengan berjalan di treadmill.
  • Tes darah. Tes darah bisa dilakukan untuk memeriksa kadar hormon dan jika pasien mengalami anemia atau diabetes.
  • Valsalva Maneuver. Tes ini dilakukan dengan meminta pasien mengambil napas panjang kemudian menutup hidung dan membuang napas melalui mulut, seperti Anda meniup suatu balon yang sangat kaku. Tes ini dilakukan untuk memeriksa kondisi sistem saraf autonomi pernapasan.
  • Tes kemiringan tegak lurus (tilt table test). Tes ini biasa dilakukan bagi pasien hipotensi ortostatik untuk melihat perbedaan tekanan darah saat berbaring dan berdiri.

Perawatan Hipotensi

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko hipotensi, yaitu membatasi konsumsi minuman keras dan minum air putih yang banyak. Bagi Anda yang menyukai minuman berkafein, hindari minuman yang mengandung nutrisi tersebut di malam hari.
Mengenai pola makan, lebih sering mengonsumsi makanan dalam porsi kecil lebih baik dibandingkan mengonsumsi makanan dalam porsi besar dengan frekuensi lebih jarang. Selain itu, meningkatkan asupan garam juga bisa mencegah hipotensi.
Penderita hipotensi juga dianjurkan untuk menghindari berdiri untuk jangka waktu lama. Terutama bagi penderita hipotensi ortosatik, ketika berdiri dari posisi duduk atau berbaring, lakukan secara perlahan-lahan.
Jika Anda mengonsumsi obat yang mungkin menyebabkan efek samping hipotensi, dokter bisa mengubah dosis obat tersebut atau memberikan alternatif lain
Pengobatan untuk hipotensi harus dilakukan berdasarkan penyebab dasarnya. Obat untuk mengatasi hipotensi biasanya diberikan untuk menambah jumlah darah atau mempersempit arteri agar tekanan darah meningkat.
Jika Anda sedang menjalani pengobatan, periksakan tekanan darah secara rutin. Dan jika Anda mengalami efek samping, segera temui dokter. Begitu pula pada kondisi hipotensi Anda yang tidak kunjung reda atau tidak menghilang, periksakan diri Anda di instansi kesehatan terdekat untuk menghindari komplikasi kerusakan otak atau cedera saat kehilangan keseimbangan.

Sumber : http://www.alodokter.com/hipotensi

Modifikasi Batang Pada Tumbuhan Menyimpan Makanan

Batang pada tanaman umumnya berfungsi menopang tanaman, namun banyak tanaman memiliki modifikasi pada batangnya. Modifikasi ini umumnya digu...